Filed under: daily
Filed under: daily
Ada tiga (3) hal yang aku sesali selama tahun 2008 yang berhubungan dengan betapa teledornya aku. Pertama, aku menghitung kalau aku 3x ketinggalan hp (hah??? Ketinggalan hp? Kok bisa???). Entah kenapa, lupa aja. Puji Tuhan, belum pernah hilang. Selalu ada orang-orang baik yang menyimpankannya J (pembenaran diri, heheheheh). Selain ketinggalan hp, yang kedua, aku juga beberapa kali lupa menutup resleting tasku, jadi ada yang jatuh. Ini juga Tuhan jagai, pernah hilang charger aja. Barang-barang yang lain aman tersimpan, padahal tasnya kebuka..(benar-benar deh…). Teman-teman yang lihat biasanya ngingetin. Tapi ya itu, karena buru-buru, aku masih saja lupa. Yang ketiga, berhubungan dengan caraku mengendarai motor. Beberapa kali kecelakaan karena kesalahan sendiri. Hiks..hiks…Aku nyesel banget, karena pernah sambil membonceng orang lain.
Tahun 2009, aku mau memperbaiki ketiga hal di atas. Tolong aku Tuhan…
Bulan Desember sudah setengah jalan. Kita akan segera memasuki tahun 2009. Ga kerasa banget…..Rasanya baru kemaren ngerayain ulang tahun yang ke-27 (hah, dah 27 yah??? :)). Inget tahun kemaren ulang tahun dirayain. Tahun ini jadi 28 dong, heheheheheh. Kalo dah ngomongin ulang tahun, selalu membuatku berpikir akan 1 tahun yang udah kujalani. Apa yang sudah aku lakukan, apa yang sudah tercapai, dan apa yang belum. Membuatku memikirkan kembali dimana aku sekarang. Sudahkah aku berjalan sesuai dengan kehendak-Mu? Atau aku berjalan sesuai mauku saja?
Tahun 2008,,,,begitu banyak peristiwa yang terjadi. Aku menikmati penyertaan Allah dalam keluargaku. Bagaimana Allah meremukkan dan membangun kembali. Bagaimana Ia menunjukkan bagaimana belajar percaya ketika keadaan tidak menguntungkan. Ketika aku mengingat ini semua, hatiku sungguh melimpah dengan ucapan syukur. Betapa Dia besar dan ajaib, ajaib apa yang Kau buat Allah, dan jiwaku benar-benar menyadarinya….
Di penghujung tahun ini, aku belajar mengingat kasih-kasih yang Allah tunjukkan padaku, lewat peristiwa, lewat orang-orang, lewat ciptaan-Nya, dan aku sungguh terpesona. Terima kasih Allah. Ku kagum hormat akan Engkau…
Filed under: daily
Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Sepenggal lirik lagu yang berjudul
Jogjakarta dari KLA Project masih teringat jelas di benakku. Aku suka banget lagu ini. Bagiku Jogjakarta sudah seperti rumah keduaku sesudah
Bandung . Pernah terbersit di hatiku kalau aku akan kembali ke
kota ini, entah apa pun tujuannya. Aku selalu merasa homy di Jogjakarta. Pada saat ini (September 2008) impianku di tahun 2004 lalu –saat aku meninggalkan Jogjakarta setelah menyelesaikan studi S1 di Fak. Psikologi UGM- menjadi kenyataan. Aku dinyatakan menerima beasiswa untuk kuliah lagi di Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik UGM. Wah, ga pernah menyangka sebelumnya.
Aku sangat terkesan dengan kata-kata (ato tulisan? J) dari Andrea Hirata, seorang penulis best seller Indonesia. Dia pernah nulis di satu buku (aku lupa buku yang mana, Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, atau Edensor) supaya kita bermimpi setinggi langit dan Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu. Kata-kata ini luar biasa efeknya bagiku. Aku mau terus bermimpi besar untukku pribadi, keluargaku, sahabatku, rekan kerjaku, dan terutama bangsa dan negaraku. Aku percaya ketika kita memimpikan hal-hal yang besar mengenai bangsa ini, Tuhan pasti memeluknya dan akan menjadi kenyataan. Percayalah!! Lakukan yang terbaik hari ini. Tetap semangat!!!
Filed under: daily
Dear you…
Aku lagi merasakan kelegaan yang luar biasa selama 3 hari ini. Mulai dari hari Sabtu kemaren (30 Agustus 2008), pengurus pemuda di GIKI Bandung dah terpilih. Aku benar-benar senang banget karena ga nyangka hasilnya akan seperti itu, lebih dari yang aku doakan dan aku pikirkan. Allah memang SANGAT LUAR BIASA!!! Rancangan-Nya jauh melebihi rancanganku. Aku tahu pasti, kalo pengurus yang sakarang akan membawa terobosan-terobosan baru, gairah yang luar biasa untuk bertumbuh dalam pengenalan akan Allah. So ecxited, can’t hardly wait J. Tersenyum dan tertawa selepasnya karena melihat perbuatan-perbuatan tangan Allah yang ajaib. Satu hal yang aku pelajari adalah jangan pernah lelah mengasihi orang lain. Lakukan yang terbaik dan serahkan hasilnya pada-Nya. Hati raja seperti batang air, dialirkan-Nya kemana Ia mau. Setuju?
Nah, hari ini aku kembali merasa plong untuk satu masalah di kantor yang aku dapat bereskan. Berhubung masalah ini melibatkan orang banyak, aku ga bisa banyak cerita masalahnya. Satu hal yang pasti, aku buat kesalahan yang cukup fatal. Aku dah siap-siap aja dimarahin si big boss. Waktu tadi dipanggil ke ruangan beliau, mataku dah berkaca-kaca, karena tahu efek dari kesalahanku. Eh, si boss malah santai aja, malah membesarkan hati dan bisa membuatku melihat sisi positif kesalahanku. Luar biasa rasanya. Terima kasih Tuhan Yesus. Aku mau terus belajar memperbaiki diri agar kesalahan yang sama ga terulang lagi. Terima kasih banyak banget juga untuk boss yang pengertian, baik hati, rajin menabung… (lo…lo…..lo). Hahhahaa. Love You always Pa.
Filed under: Uncategorized
Beberapa hari ini aku lagi suka banget ngubek-ngubek friendster, nyari teman-teman lama. Akhirnya ada juga yang ketemu, teman-teman di SMU dulu. Senang rasanya bisa konek lagi, walaupun ga ketemu, paling ga tau wajahnya seperti apa sekarang
Yang kulihat, foto teman-teman itu kebanyakan seragam. Kalo dah berpasangan, pasti foto dengan pasangannya. Foto prewedding biasanya juga dimasukin. Ga jauh beda ma dah yang merit atao dah punya baby. Sepertinya friendster jadi tempat pemberitahuan si ini belum merit, si itu belum merit, si anu dah punya anak, etc.
Kemaren aku baca buku "Parasit Lajang"-nya Ayu Utami. Dia orang yang memilih tidak menikah. Dia melihat kalo masyarakat kita belum melihat bahwa tidak menikah adalah pilihan (aku setuju). Aku sendiri belum menikah (aku percaya aku akan menikah), namun pandangan masyarakat bahwa wanita harus menikah, itu pun kualami. Menjadi seorang wanita lajang sepertinya aib bagi keluarga. Orangtua kemudian gencar mencari siapa pria yang layak untuk anaknya.
Aku sendiri spontan menilai bahwa wanita tidak menikah itu biasanya karena "ada apa2nya" (betapa jahatnya pikiranku). Namun, aku malah dipertemukan dengan wanita-wanita yang belum/tidak menikah dan mereka adalah orang-orang yang "baik-baik saja". Aku mulai merekonstruksi ulang pikiranku, bahwa tidak/belum menikah sama baiknya dengan menikah.
Aku juga berpikir kalau masalah menikah/tidak menikah ini lebih terbeban pada wanita, sedangkan bagi pria tidak terlalu dipermasalahkan. Benar tidak? Bagaimana kalau kita (masyarakat) membiarkan saja wanita yang tidak/bekum menikah dan mendukungnya dengan keputusannya, bukan malah mengusik atau menggosipkannya? Wanita lajang membutuhkan ruang untuk diterima apa adanya, tanpa mempermasalahkan statusnya. Semoga menjadi masukan.
Filed under: daily
Beberapa waktu yang lalu aku jatuh cinta pada salah seorang sahabatku. Selalu ingin bertemu dan mengobrol. Rasanya begitu indah. Namun dia berubah, memilih untuk mencintai orang lain. Sebagai sahabat, aku menerima keputusannya. Namun di hati ini, terasa sakit. Ketika merenungkan ini semua, aku tetap bersyukur, bersyukur pada-Nya karena aku diijinkan untuk mencintai. Terima kasih TUhan untuk cinta-Mu yang tidak pernah berakhir untukku. Ajar aku mencintai-Mu.
Filed under: Uncategorized
Beberapa waktu ini, aku mengevaluasi kehidupanku ketika aku bekerja. Dan aku menemukan kalo aku jarang tersenyum. Mungkin saking seriusnya ngerjain tugas-tugas deh. Tapi mungkin juga karena diserius-seriusin, biar ga dimarahin si bos. Dibuat sibuk biar ga dituduh kerjaan bengong doang. Memang, aku jadi seperti mesin, kaya ga punya nyawa. Ga jadi diri sendiri. Aku sadar aku lakuin itu semua karena aku merasa ga nyaman ketika bekerja. Aku pengen bosku senang dengan apa yang kulakukan. Namun akibatnya itu tadi, aku jdi jarang tersenyum. Bawannya serius mulu, omongannya tentang kerjaan aja. Ga asik ya…Itulah hidupku, dan aku mengucap syukur padaNya untuk itu. Aku jadi belajar dan tahu gimana memperlakukan bawahan agar mereka merasa nyaman bekerja dan mengeluarkan potensi terbaiknya. Aku masih harus belajar, terus menerus.
Filed under: daily
Sekarang nulis pake warna merah, biar colourful, hehehe. Dari pengalamanku selama hidup 26 tahun in (dah tua ya?), aku sering kali tidak mengetahui dan dapat menentukan apa yang kumau. Misalnya waktu memesan kebaya untuk pernikahan kakakku, penjahitnya nanyain, mo dibuat seperti apa? Aku ga bisa jawab karena aku ga tau seperti apa yang kumau. Akhirnya, aku cari masukan dari orang-orang dan aku malah ga nyaman dengan kebaya itu.
Tapi aku juga inget waktu UMPTN kemaren (thn 99 bo). Waktu itu aku cuma milih PT, dan ga nyoba satupun PTS, padahal ortuku dah wakti2 gimana kalo gagal. Aku yakin dengan apa yang kumau(waktu itu), masuk Psikologi UGM. Dan ternyata, Tuhan mengabulkan keinginanku. Sekarang, setelah lulus dan bekerja, pertanyaan ini mengusi aku lagi. Apakah aku tahu yang kumauatau aku cuma ikut-ikutan, atau terpaksa menjalani sesuatu karena keadaan?
Setiap hari adalah keputusan untuk memilih. Ketika kita tahu tujuan hidup kita, apa yang kita inginkan, setiap hari kita akan memilih sesuai dengan tujuan itu. Namun, kita juga tidak selalu bisa berlaku seperti yang kita mau karena ada norma sosial yang batasin kita.
Aku juga terus mencari apa yang kumau. Dan terus juga menanyakan apa yang Tuhan mau buat lewat hidupku. Bukan kehendakku, tap kehendak-Mu lah yang jadi.
Filed under: daily
Hari ini terasa capek. Banyak kerjaan di kantor, dan berharap semua bisa segera selesai. Kadang merasa bosan dengan rutinitas hidup. Pengen nyoba sesuatu yang beda en refreshing kali. Jadi inget kata-kata Musa di Mazmur, kalo hidup itu seperti rumput, hari ini ada besok dah ga ada, dan kebanggaannya adalah penderitaan. Pengen lebih menikmati hidup ini.